Alhamdulillah.. sudah mulai, bermesraan dengan wirid kebahagian. Meski masih entah Takwim atau Iqomah, semoga benar-benar menjadi istiqomah, yang disitu bisa menjadi tempat duduk untuk menyandarkan beban dipundak kepada yang maha menerima sandaran. Duduk dengan syahdu mengadukan seluruh keluh, semenjak kisah seorang bocah yang belum ada henti-hentinya berujung kesah, mungkin hanya sementara. Aku sempat terkejut ketika mengetahui keagugan surat tersebut.
Hampir tiap kusebut namamu ratusan kali, kuharap dengannya dipantaskan ini menjadi cinta. Hingga disuatu entah, saat terdengar namamu di telinga ini, namamu itu lebih mampu menjadi obat pemusnah seluruh resah.
Sabtu, Desember 22, 2012
Sabtu, Desember 01, 2012
Kangen Gubuk Barokah
ya Allah, kangen suasana ngopi disini. Bersama lek Surya, mas Adi, mas Kholis, mas Eri, Gus Efendi, Gus Thofa dan lainnya. Ngopi yang seringkali Abah membawa makanan dari ndalem beliau. Jujur, ketika Beliau memberikan makanan maka langsung saja setelah dipersilahkan, aku makan sampai puas. Karena itu pasti makanan sangat halal dan amat mbarokahi.
Pernah ketika ada yang sungkan-sungkan, dengan nada tegas beliau berkata, "Lho, monggo mas. Baaarokah niki !!". Siapa coba yang tidak gemetaran mendengarnya ? Akupun yang tidak tahu apa-apa ikut gemetar.
yah.. biar rindu ini makin akut dulu, lalu nanti pasti saat disana pasti terasa lebih wow. :)
Langganan:
Komentar (Atom)
