Kidung Gandrung

Hampir tiap kusebut namamu ratusan kali, kuharap dengannya dipantaskan ini menjadi cinta. Hingga disuatu entah, saat terdengar namamu di telinga ini, namamu itu lebih mampu menjadi obat pemusnah seluruh resah.

Laman

  • Beranda
  • Galeri
  • Tentangku
  • Campground

Kamis, Agustus 22, 2013

Pagi ini


Di gubuk bambu ini
sinar matahari terlalu
bocah. Untuk menjamah
rumahrumah jiwa
yang gelap sunyi senyap

setelah berjuang menghalau galau 
ditikam dingin, didekap embun
saling melempar tatap
sesekali senyum tergelincir disekitar
wajah kusut yang belum dijamah air
Seusai mentari menari diselasela
gubuk bambu, maka perlahan
hangat mulai menggeliat

Baca selengkapnya »
Ditulis oleh hamba Allah di 6:30 AM Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Arsip

  • ►  2014 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ▼  2013 (23)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ▼  Agustus (1)
      • Pagi ini
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2012 (20)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  September (3)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2011 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2010 (1)
    • ►  Desember (1)
  • ►  2009 (4)
    • ►  November (4)
  • ►  2008 (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2007 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2006 (1)
    • ►  Juni (1)

Facebook

Bandeng Alus

Buat Lencana Anda

Traffic Online

Teman

  • Ngaji dulu!
  • Campground
  • Mas Ghazi
  • Mas Richie
  • Dedi
  • Hidayat
Diberdayakan oleh Blogger.