Siang itu, aku tengah pulas dalam tidur. Entah mengapa, mataku ini terasa berat. Padahal, semenjak pagi aku tidur, lalu agak siang aku bangun. Niatnya sudah saya cukupkan tidurku hari itu. Tapi, mataku ini tak setuju begitu saja dengan keputusanku. Di hampir tengah siang hari, mataku ini kembali terasa berat, yah akhirnya terpaksa kupilih melanjutkan mengarungi alam mimpi, bersama selimut bergarisgaris. Ditengah tidurku, pukul 13:30:02 sebuah handphone Nokia di sudut kamar, yang sebelumnya tenang tibatiba bergetar lalu singkat berbunyi. Oh, ada ada pesan masuk rupanya. Kuraih hp tersebut, kuamati ternyata pesan dari Kakang Gus Ali, Blawe. "Engko jam 8 bengi, repot gak kik? Tanya Beliau. "Insha allah mboten repot mas....," Jawabku. Lalu, cukup lama tak ada balasan. Hingga ada pesan masuk lagi, kubaca "Engko nek gak repot, pean reneo, nginep nang Gubuk. Cangkingne duit 350rb nggone mas Riki." Balas Beliau, mengajak menginap di PGB, Blereng. Sambil ngalap berkah, menghirup udara kedamaian yang berkesiuran di PGB, juga untuk memuaskan suatu kerinduan.