Barusan, tiba di Smadapala Pare Campground.
Dalam lapar, hati di dalam ini merintih, "opo gak enek kopi to niki
gusti ?", lalu ku hela nafas dalamdalam. Aku duduk sambil memandangi
bunga kamboja yang bermekaran di depan beranda camp. Indah sekali rona
merahmu, kata hatiku. Di sampingku duduk seorang mas Taufik Fredi P,
ingin kutanyai apa dia membawa kopi atau tidak, karena dia juga seorang
tukang Ngopi. Tapi, ku urungkan niatku menanyainya. Lalu, beberapa
detik kemudian dia (mas taufik) berkata, aku nggowo kopi tapi mek loro
i, piye ?
Dalam hatiku, Alhamdulillaaah gusti... Suwun sangeeet.
Juga sampeyan pak taufik atas kopine, mugomugo sampeyan ndang sugih lan intuk bojo pak. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar