Rabu, Januari 02, 2013

Wilis



Wilis


Kala itu, kabut sudah akut menggelayut
pada seluruh rimbun dedaun.


Bumi yang sejak tadi menanti mentari,
yang cahayanya adalah kerinduan akan terang.
Ia sedang murung, karena kau terhijab mendung.

Bahkan angin, untuk bertiup saja ia tak ingin.
Sementara kami, sedang mesra
membangun gubuk kesederhanaan
Rumah singgah untuk memahat kisah
tentang sejarah mereka di suatu entah.

Oh Wilis,
sambutanmu sungguh manis!


Wilis, 30/122012



Beginilah suasana ketika membangun shelter untuk kelas 1 dan 2. Antara ejekan dan pujian, antara guyonan dan keseriusan dan pada kebersamaan kekeluargaan semangat kami gencar berkobar. salam rimba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar