Minggu, April 14, 2013

Sore itu

Sore itu, langit Sumengko menangis cukup lama. Sesekali disertai Gelegar halilintar yang cukup cetar membuat jantung menuju debar. Aku sms dia, namun cukup lama tidak ada jawaban. Dalam rangka menunggu itu, aku diganggu rasa bersalah. Aduh, bagaimana ini? Entah. Aku jadi bingung sendiri.


Jik adem, Rat?

Udan-udan, peteng, adem pisan, sepuntene nggih, ngruepotne samian. Mugomugo mben gak ngrepotne maneh. Kata smsku.

ezt ugk, kie cpha??? Kata smsnya, menggunakan bahasa yang sangat hemat, ala remaja kini.


Eki-Perintis/Copas V.
Alhamdulillah Rat, sepuntene yo. Kata smsku.

Sip, suwun. Kata smsku.

nggich maZ sMie" hehe, jawab smsnya, padat.


Wau didukani ibu bapak, Rat? Tanya smsku.
mbOtent Og maZ. cMa ditkOk.i tOk, jawab smsnya menggunakan bahasa gaul remaja kini.


Oh, slameet slamet. Balas smsku agak gembira karena semua aman lancar terkendali.


Hehehe nggiCh maZ. Jawab smsnya mengakhiri obrolan singkat sms sore itu.


Sms-an yang sangat singkat itu, ternyata mampu menghilangkan kegalauan akibat rasa bersalah. Alhamdulillah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar